<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sriwati's Blog</title>
	<atom:link href="http://sriwati.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sriwati.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Jun 2009 12:55:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sriwati.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sriwati's Blog</title>
		<link>http://sriwati.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sriwati.wordpress.com/osd.xml" title="Sriwati&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sriwati.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sharing Pengantar Antropologi</title>
		<link>http://sriwati.wordpress.com/2009/06/17/sharing-pengantar-antropologi/</link>
		<comments>http://sriwati.wordpress.com/2009/06/17/sharing-pengantar-antropologi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 12:49:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sriwati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sriwati.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Nama : Sriwati NIM    : A1A107047 1.  Kepribadian manusia dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu pengetahuan, perasaan, dan naluri. Pengetahuan diperoleh/diolah dengan akal, dan sifat pengetahuan tidak abadi, kadang pengetahuan yang dimilki dapat terdesak ke alam bawah sadar, sehingga muncul istilah “lupa”. Oleh sebab itu, pengetahuan yang dimiliki harus terus dijaga, yaitu dengan terus belajar. Sedangkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sriwati.wordpress.com&amp;blog=6633103&amp;post=37&amp;subd=sriwati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nama : Sriwati</p>
<p>NIM    : A1A107047</p>
<p>1.  Kepribadian manusia dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu pengetahuan, perasaan, dan naluri. Pengetahuan diperoleh/diolah dengan akal, dan sifat pengetahuan tidak abadi, kadang pengetahuan yang dimilki dapat terdesak ke alam bawah sadar, sehingga muncul istilah <em>“lupa”</em>. Oleh sebab itu, pengetahuan yang dimiliki harus terus dijaga, yaitu dengan terus belajar. Sedangkan perasaan dan naluri berhubungan dengan kejiwaan, dalam hal ini akal dan pengetahuan berpengaruh terhadap perasaan dan naluri yaitu sebagai <em>“pengontrol”</em>. Dalam menyikapi perasaan, pengetahuan yang dimiliki seseorang sangat berpengaruh dalam menilai sesuatu sebagai hal yang positif atau negatif. Sementara naluri ditentukan oleh faktor pengetahuan dan perasaan, perasaan yang dimiliki mendororngnya untuk melakukan sesuatu, dan dengan pengetahuan, dorongan tersebut dinilai baik atau tidaknya. Jadi, dengan akal manusia akan mampu menggali pengetahuan, dan dengan pengetahuan tersebut manusia dapat mengontrol perasaan dan nalurinya, maka tingkah laku atau tindakan yang dihasilkan manusia itulah kepribadian (personality)</p>
<p>2.  Tiga wujud kebudayaan:</p>
<ul>
<li>Ide           : gagasan-gagasan (ada dalam pikiran)</li>
<li>Aktivitas : tindakan yang dilakukan berdasarkan ide.</li>
<li>Artefak    : hasil yang diperoleh dari tindakan.</li>
</ul>
<p>Adanya ide dalam pikiran masyarakat, diaplikasikan dengan tindakan terhadap ide tersebut, kemudian dari tndakan tersebut muncul hasil, hasil itulah yang disebut kebudayaan.</p>
<p>Contoh:</p>
<p>Adanya ide untuk membuat alas lantai dengan menggunakan purun, ditindak lanjuti dengan kegiatan mengayam purun tersebut menjadi bentuk tikar, hasilnya berupa tikar purun adalah kebudayaan.</p>
<p>3.  Akulturasi dan asimilasi sering terjadi dalam suatu masyarakat karena adanya migrasi. Konsep akulturasi dan asimilasi bukanlah hal yang dapat dihindari, seiring dengan perkembangan jaman. Dalam masyarakat Banjar sendiri, akulturasi dan asimilasi terjadi.</p>
<p>Sebagai contoh konkret:</p>
<p>Akulturasi terlihat dalam 3F (fun, food, dan fashion), pengaruh barat sangat terlihat.</p>
<p>Asimilasi, terjadi antara kebudayaan masyarakat Jawa dengan kebudayaan masyarakat asli (Dayak)</p>
<p>4.  Dalam istilah Pak Ewa, permasalahan ini disebut <em>“Power Culture”</em>, yaitu kebiasaan masyarakat yang dilakukan terus-menerus dan menjadi kebudayaan, sehingga sangat sulit untuk dirubah. SDA yang melimpah tidak menjamin kemakmuran, jika tidak digunakan/dimanfaatkan dan dijaga dengan baik. Kurangnya kesadaran dari tiap individu akan pentingnya “menjaga”, mungkin itulah yang sulit untuk dibangun. Ya…karena adanya power culture itu tadi (yang dalam hal ini bersifat negatif).</p>
<p>5.  Para guru kesulitan dalam melakukan penemuan-penemuan baru dalam pembaharuan pendidikan, menurut saya karena adanya perasaan takut dalam mengambil tindakan (takut disalahkan). Dan para guru menganggap proses belajar sebagai kebudayaan yang harus diturunkan secara turun-temurun sehingga mereka cenderung statis dalaam proses belajar-mengajar. Para guru cenderung mengikuti cara mengajar guru senior, padahal jaman mereka berbeda. Selain itu, sarana dan prasarana dalam melakukan perubahan tersebut mash terbatas/kurang mamadai, sehingga kalaupun seorag guru memiliki keinginan melakukan perubahan, tetapi sarana dan prarsarananya tidak mendukung, maka gurupun tidak bias maksimal.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sriwati.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sriwati.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sriwati.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sriwati.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sriwati.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sriwati.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sriwati.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sriwati.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sriwati.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sriwati.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sriwati.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sriwati.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sriwati.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sriwati.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sriwati.wordpress.com&amp;blog=6633103&amp;post=37&amp;subd=sriwati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sriwati.wordpress.com/2009/06/17/sharing-pengantar-antropologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a8278ea08289dd34f456df09f5431c88?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sriwati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEJARAH ETNIK BANJAR</title>
		<link>http://sriwati.wordpress.com/2009/06/13/sejarah-etnik-banjar/</link>
		<comments>http://sriwati.wordpress.com/2009/06/13/sejarah-etnik-banjar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 07:43:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sriwati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tugas Pengantar Antropologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sriwati.wordpress.com/2009/06/13/sejarah-etnik-banjar/</guid>
		<description><![CDATA[Kalimantan merupakan kepulauan yang berpenduduk asli orang dayak, sedangkan di wilayah Selatan bagian Tenggara pulau ini terdapat wilayah tradisional Urang Banjar. Lantas siapa Urang Banjar dan bagaimana proses terbentuknya etnik Banjar..?? Dalam sejarah Kalimantan Selatan, sebelum munculnya kota Banjarmasin sebagai ibukota Kerajaan Banjar, telah berdiri sebuah negara milik orang Dayak Maanyan bernama Nan Sarunai, terletak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sriwati.wordpress.com&amp;blog=6633103&amp;post=34&amp;subd=sriwati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;">Kalimantan merupakan kepulauan yang berpenduduk asli orang dayak, sedangkan di wilayah Selatan bagian Tenggara pulau ini terdapat wilayah tradisional Urang Banjar.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"> Lantas siapa Urang Banjar dan bagaimana proses terbentuknya etnik Banjar..??</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;">Dalam sejarah Kalimantan Selatan, sebelum munculnya kota Banjarmasin sebagai ibukota Kerajaan Banjar, telah berdiri sebuah negara milik orang Dayak Maanyan bernama Nan Sarunai, terletak di Amuntai sekarang (Hudson, 1967: 26).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;">Adanya kolonisasi orang-orang Melayu Palembang dari Sriwijaya melalui laut Jawa sampai ke Kalimantan Selatan, mereka sudah mengenal sistem pertanian huma dan mengajarkannya kepada masyarakat Dayak dalam Interaksinya.<br />
Menurut cerita orang Bukit tentang nenek moyang kaka beradik yang masing-masing bernama Si ayuh  dan Bambang Basiwara (Tsing, 1998 : 75). Si Ayuh adalah simbol orang Melayu yang datang pada gelombang pertama, sedangkan Bambang Basiwara adalah simbol orang Melayu yang datang pada gelombang kedua. Kemudian Si ayuh mendesak Bambang Basiwara ke wilayah pegunungan Meratus yang kemudian menjadi cikal bakal orang bukit atau orang meratus (Radam, 1987: 69, Daud, 1997: 42).<span id="more-34"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;">Orang-orang melayu yang datang pada gelombang kedua ini berniaga dan berbaur sambil menyebarkan bahasa dan budaya. Mereka menetap dan membuat pola permukiman di sekitar sungai Tabalong, kemudian membentuk kelompok kekerabatan ambilenal (sekarang dikenal dengan sebutan ”bubuhan”). Bubuhan yang dominan mampu meintegrasikan bubuhan lainnya, akhirnya muncullah lembaga kekuasaan yang disebut kerajaan, yaitu Kerajaan Tanjung Puri.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;">Pasca Tanjung Puri muncul kerajaan bernama Negara Dipa dengan rajanya Empu Jatmika. Ia mempunyai dua orang anak bernama Empu Mandastana dan Lambung Mangkurat. Namun karena Empu Jatmika  merasa hanya sebagai raja simbolis sebab bukan dari keturunan raja, maka ia tidak mengizinkan anak-anaknya menjadi raja untuk menggantikannya. Kemudian, menyuruh Lambung Mangkurat mencari raja yang sah. Dari hasil pertapaan dan pencariannya akhirnya  Lambung Mangkurat mengangkat Putri Junjung Buih sebagai raja di Negara Dipa karena dianggap memenuhi kriteria raja yang dicari. Setelah kekuasaannya diberikan kepada Putri Junjung Buih pusat kerajaan dipindah ke Muarabahan dan berganti nama menjadi Negara Daha.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;">Pasca wafatnya Putri Junjung Buih dan Pangeran Suryanata, Negara Daha dipegang oleh anaknya bernama Suryaganggawangsa, kemudian Carang Calean, Raden Sarikaburangan, dan Raden Sukarama. Pada masa pemerintahan Raden Sukarama sudah mulai terjadi koflik di Istana, hanya saja ia kurang menyadarinya. Pertentangan yang berawal dengan diangkatnya Raden Samudera sebagai pewaris yang sah ditentang oleh Pangeran Tumenggung yang merupakan salah seorang anak Raden Sukarama. Setelah Raden Sukarama wafat, konflik di istana semakin memuncak, dan Pangeran Tumenggung berhasil merebut tahta dari Pangeran Samudera, kemudian mengangkat dirinya menjadi raja Negara Daha.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;">Munculnya Kerajaan Banjar merupakan dampak dari perebutan kekuasaan yang terjadi di Negara Daha, yaitu antara Pangeran Samudera yang merupakan pewaris tahta yang sah dengan Pangeran Temanggung. Sehingga akhirnya Pangeran Samudera mengasingkan diri ke hilir sungai Barito dan dilindungi oleh komunitas Melayu yang dipimpin oleh Patih Masih. Komunitas ini juga disebut Banjar Oloh Masih, dan kini dikenal dengan Banjarmasin.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;">Di wilayah ini Pangeran Samudera kemudian diangkat menjadi raja. Meskipun begitu, Pangeran Samudera belum merasa cukup kuat untuk melawan Negara Daha, maka ia meminta bantuan kepada Kerajaan Demak. Permintaan tersebut dikabulkan dengan syarat, Raden Samudera beserta pengikutnya harus memeluk agama Islam. Kemudian Sultan Demak mengirim rombongan yang dipimpin Khatib Dayan untuk membantu Pangeran Samudera . Akhirnya Negara Daha berhasil dikalahkan, dan terjadi pergeseran politik dari kerajaan pedalaman agraris menjadi kerajaan yang bersifat maritim. Sementara Islam dijadikan agama negara. Pangeran Samudera berganti nama menjadi Sultan Suryanallah, dan Banjarmasin menjadi ibulota sekaligus sebagai bandar bagi Kerajaan Banjar sekitar abad ke-16. Sedangkan rakyat Kerajaan Banjar yang merupakan migrasi orang-orang Melayu dari Jawa yang berbaur dengan penduduk asli Kalimantan yaitu orang Dayak disebut Urang Banjar.</span></p>
</blockquote>
<p><span style="color:#ff9900;"><ins datetime="2009-06-15T10:55:08+00:00"></ins></span></p>
<ul> <ins datetime="2009-06-15T10:55:08+00:00"></p>
<li>
<ol>
<li><code><!--more--><strong><br />
</strong></code></li>
</ol>
</li>
<p></ins></ul>
<p><ins datetime="2009-06-15T10:55:08+00:00"></ins></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sriwati.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sriwati.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sriwati.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sriwati.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sriwati.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sriwati.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sriwati.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sriwati.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sriwati.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sriwati.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sriwati.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sriwati.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sriwati.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sriwati.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sriwati.wordpress.com&amp;blog=6633103&amp;post=34&amp;subd=sriwati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sriwati.wordpress.com/2009/06/13/sejarah-etnik-banjar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a8278ea08289dd34f456df09f5431c88?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sriwati</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
