Sriwati’s Blog











{Juni 17, 2009}   Sharing Pengantar Antropologi

Nama : Sriwati

NIM    : A1A107047

1.  Kepribadian manusia dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu pengetahuan, perasaan, dan naluri. Pengetahuan diperoleh/diolah dengan akal, dan sifat pengetahuan tidak abadi, kadang pengetahuan yang dimilki dapat terdesak ke alam bawah sadar, sehingga muncul istilah “lupa”. Oleh sebab itu, pengetahuan yang dimiliki harus terus dijaga, yaitu dengan terus belajar. Sedangkan perasaan dan naluri berhubungan dengan kejiwaan, dalam hal ini akal dan pengetahuan berpengaruh terhadap perasaan dan naluri yaitu sebagai “pengontrol”. Dalam menyikapi perasaan, pengetahuan yang dimiliki seseorang sangat berpengaruh dalam menilai sesuatu sebagai hal yang positif atau negatif. Sementara naluri ditentukan oleh faktor pengetahuan dan perasaan, perasaan yang dimiliki mendororngnya untuk melakukan sesuatu, dan dengan pengetahuan, dorongan tersebut dinilai baik atau tidaknya. Jadi, dengan akal manusia akan mampu menggali pengetahuan, dan dengan pengetahuan tersebut manusia dapat mengontrol perasaan dan nalurinya, maka tingkah laku atau tindakan yang dihasilkan manusia itulah kepribadian (personality)

2.  Tiga wujud kebudayaan:

  • Ide           : gagasan-gagasan (ada dalam pikiran)
  • Aktivitas : tindakan yang dilakukan berdasarkan ide.
  • Artefak    : hasil yang diperoleh dari tindakan.

Adanya ide dalam pikiran masyarakat, diaplikasikan dengan tindakan terhadap ide tersebut, kemudian dari tndakan tersebut muncul hasil, hasil itulah yang disebut kebudayaan.

Contoh:

Adanya ide untuk membuat alas lantai dengan menggunakan purun, ditindak lanjuti dengan kegiatan mengayam purun tersebut menjadi bentuk tikar, hasilnya berupa tikar purun adalah kebudayaan.

3.  Akulturasi dan asimilasi sering terjadi dalam suatu masyarakat karena adanya migrasi. Konsep akulturasi dan asimilasi bukanlah hal yang dapat dihindari, seiring dengan perkembangan jaman. Dalam masyarakat Banjar sendiri, akulturasi dan asimilasi terjadi.

Sebagai contoh konkret:

Akulturasi terlihat dalam 3F (fun, food, dan fashion), pengaruh barat sangat terlihat.

Asimilasi, terjadi antara kebudayaan masyarakat Jawa dengan kebudayaan masyarakat asli (Dayak)

4.  Dalam istilah Pak Ewa, permasalahan ini disebut “Power Culture”, yaitu kebiasaan masyarakat yang dilakukan terus-menerus dan menjadi kebudayaan, sehingga sangat sulit untuk dirubah. SDA yang melimpah tidak menjamin kemakmuran, jika tidak digunakan/dimanfaatkan dan dijaga dengan baik. Kurangnya kesadaran dari tiap individu akan pentingnya “menjaga”, mungkin itulah yang sulit untuk dibangun. Ya…karena adanya power culture itu tadi (yang dalam hal ini bersifat negatif).

5.  Para guru kesulitan dalam melakukan penemuan-penemuan baru dalam pembaharuan pendidikan, menurut saya karena adanya perasaan takut dalam mengambil tindakan (takut disalahkan). Dan para guru menganggap proses belajar sebagai kebudayaan yang harus diturunkan secara turun-temurun sehingga mereka cenderung statis dalaam proses belajar-mengajar. Para guru cenderung mengikuti cara mengajar guru senior, padahal jaman mereka berbeda. Selain itu, sarana dan prasarana dalam melakukan perubahan tersebut mash terbatas/kurang mamadai, sehingga kalaupun seorag guru memiliki keinginan melakukan perubahan, tetapi sarana dan prarsarananya tidak mendukung, maka gurupun tidak bias maksimal.



dan lain-lain
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.