Kalimantan merupakan kepulauan yang berpenduduk asli orang dayak, sedangkan di wilayah Selatan bagian Tenggara pulau ini terdapat wilayah tradisional Urang Banjar.
Lantas siapa Urang Banjar dan bagaimana proses terbentuknya etnik Banjar..??
Dalam sejarah Kalimantan Selatan, sebelum munculnya kota Banjarmasin sebagai ibukota Kerajaan Banjar, telah berdiri sebuah negara milik orang Dayak Maanyan bernama Nan Sarunai, terletak di Amuntai sekarang (Hudson, 1967: 26).
Adanya kolonisasi orang-orang Melayu Palembang dari Sriwijaya melalui laut Jawa sampai ke Kalimantan Selatan, mereka sudah mengenal sistem pertanian huma dan mengajarkannya kepada masyarakat Dayak dalam Interaksinya.
Menurut cerita orang Bukit tentang nenek moyang kaka beradik yang masing-masing bernama Si ayuh dan Bambang Basiwara (Tsing, 1998 : 75). Si Ayuh adalah simbol orang Melayu yang datang pada gelombang pertama, sedangkan Bambang Basiwara adalah simbol orang Melayu yang datang pada gelombang kedua. Kemudian Si ayuh mendesak Bambang Basiwara ke wilayah pegunungan Meratus yang kemudian menjadi cikal bakal orang bukit atau orang meratus (Radam, 1987: 69, Daud, 1997: 42).Orang-orang melayu yang datang pada gelombang kedua ini berniaga dan berbaur sambil menyebarkan bahasa dan budaya. Mereka menetap dan membuat pola permukiman di sekitar sungai Tabalong, kemudian membentuk kelompok kekerabatan ambilenal (sekarang dikenal dengan sebutan ”bubuhan”). Bubuhan yang dominan mampu meintegrasikan bubuhan lainnya, akhirnya muncullah lembaga kekuasaan yang disebut kerajaan, yaitu Kerajaan Tanjung Puri.
Pasca Tanjung Puri muncul kerajaan bernama Negara Dipa dengan rajanya Empu Jatmika. Ia mempunyai dua orang anak bernama Empu Mandastana dan Lambung Mangkurat. Namun karena Empu Jatmika merasa hanya sebagai raja simbolis sebab bukan dari keturunan raja, maka ia tidak mengizinkan anak-anaknya menjadi raja untuk menggantikannya. Kemudian, menyuruh Lambung Mangkurat mencari raja yang sah. Dari hasil pertapaan dan pencariannya akhirnya Lambung Mangkurat mengangkat Putri Junjung Buih sebagai raja di Negara Dipa karena dianggap memenuhi kriteria raja yang dicari. Setelah kekuasaannya diberikan kepada Putri Junjung Buih pusat kerajaan dipindah ke Muarabahan dan berganti nama menjadi Negara Daha.
Pasca wafatnya Putri Junjung Buih dan Pangeran Suryanata, Negara Daha dipegang oleh anaknya bernama Suryaganggawangsa, kemudian Carang Calean, Raden Sarikaburangan, dan Raden Sukarama. Pada masa pemerintahan Raden Sukarama sudah mulai terjadi koflik di Istana, hanya saja ia kurang menyadarinya. Pertentangan yang berawal dengan diangkatnya Raden Samudera sebagai pewaris yang sah ditentang oleh Pangeran Tumenggung yang merupakan salah seorang anak Raden Sukarama. Setelah Raden Sukarama wafat, konflik di istana semakin memuncak, dan Pangeran Tumenggung berhasil merebut tahta dari Pangeran Samudera, kemudian mengangkat dirinya menjadi raja Negara Daha.
Munculnya Kerajaan Banjar merupakan dampak dari perebutan kekuasaan yang terjadi di Negara Daha, yaitu antara Pangeran Samudera yang merupakan pewaris tahta yang sah dengan Pangeran Temanggung. Sehingga akhirnya Pangeran Samudera mengasingkan diri ke hilir sungai Barito dan dilindungi oleh komunitas Melayu yang dipimpin oleh Patih Masih. Komunitas ini juga disebut Banjar Oloh Masih, dan kini dikenal dengan Banjarmasin.
Di wilayah ini Pangeran Samudera kemudian diangkat menjadi raja. Meskipun begitu, Pangeran Samudera belum merasa cukup kuat untuk melawan Negara Daha, maka ia meminta bantuan kepada Kerajaan Demak. Permintaan tersebut dikabulkan dengan syarat, Raden Samudera beserta pengikutnya harus memeluk agama Islam. Kemudian Sultan Demak mengirim rombongan yang dipimpin Khatib Dayan untuk membantu Pangeran Samudera . Akhirnya Negara Daha berhasil dikalahkan, dan terjadi pergeseran politik dari kerajaan pedalaman agraris menjadi kerajaan yang bersifat maritim. Sementara Islam dijadikan agama negara. Pangeran Samudera berganti nama menjadi Sultan Suryanallah, dan Banjarmasin menjadi ibulota sekaligus sebagai bandar bagi Kerajaan Banjar sekitar abad ke-16. Sedangkan rakyat Kerajaan Banjar yang merupakan migrasi orang-orang Melayu dari Jawa yang berbaur dengan penduduk asli Kalimantan yaitu orang Dayak disebut Urang Banjar.